Beijing Tuding Dalai Lama

19 March 2008, 01:16 am | No Comments

ap

Foto yang dipublikasikan oleh Sentral Demokrasi dan Hak Asasi Tibet (Tibetan Centre for Human Rights and Democracy), Minggu (16/3) memperlihatkan warga memberikan donasi bagi warga Tibet yang tewas tertembak tentara Tiongkok saat berdemonstrasi di Biara Kirti di Provinsi Shicuan, Tiongkok. Jenazah itu dibawa ke dalam biara untuk disembahyangkan.

[BEIJING] Batas waktu yang ditetapkan pimpinan Partai Komunis Tiongkok bagi para pengunjuk rasa yang terlibat dalam demonstrasi antipemerintah di Tibet, agar menyerahkan diri atau akan menghadapi hukuman berat, berakhir pada Selasa (18/3) pagi, tanpa ada yang menyerahkan diri.

Dalam pernyataan resmi yang pertama dari pemerintah pusat, Perdana Menteri Wen Jiabao menuding Dalai Lama bertanggungjawab atas kerusuhan di Lhasa, Tibet. Kami punya banyak bukti bahwa insiden di Lhasa diorganisasi, direncanakan, dihasut, dan didalangi oleh kelompok Dalai Lama, ujarnya.

Wen juga mengatakan tuduhan Dalai Lama bahwa telah terjadi pemusnahan budaya di Tibet sebagai kebohongan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Liu Jianchao, Selasa pagi, juga menyebut para pendukung Dalai Lama atas kekacauan yang terjadi di Lhasa. Pemerintah Tiongkok akan tegas mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayahnya, katanya.

Sementara pejabat di Departemen Pemerintahan Partai Komunis di Lhasa mengatakan, kondisi telah kembali normal di ibu kota Tibet itu. Pasar, kantor, sekolah, telah kembali normal sekarang. Tidak ada polisi, atau tentara disekitar kantor kami. Tapi apakah masih ada polisi di jalan-jalan di pusat kota, saya belum tahu, katanya.

Seorang penerima tamu di Hotel Grand Internasional Tibet, juga mengatakan tidak ada polisi yang mendatangi hotel, atau berpatroli di sekitar hotel. Namun Kepolisian Lhasa belum mau mengeluarkan pernyataan.

Jalan Terus

Terkait dengan Olimpiade, Liu mengatakan kekacauan yang terjadi Tibet tidak akan merusak rencana pelaksanaan Olimpiade di Beijing. Kami akan melanjutkan upaya keras demi menyukseskan Olimpiade, ucapnya.

Gubernur Tibet Champa Phuntsok, Senin, menyebut jumlah korban tewas akibat kekacauan yang terjadi Lhasa meningkat jadi 16 jiwa, dan puluhan orang lainnya terluka. Dia membantah adanya 80 orang Tibet yang tewas, seperti disebut Dalai Lama.

Dari New York, Sekjen PBB Ban Ki-moon meminta otoritas Tiongkok menahan diri dalam menghadapi aksi protes di Tibet. Saya meminta semua pihak yang peduli untuk menghindari konfrontasi dan kekerasan yang lebih jauh lagi, katanya setelah rapat makan siang dengan negara-negara anggota DK PBB.

Pernyataan Ban yang penuh kehati-hatian itu menanggapi kabar bahwa PBB enggan untuk terlibat, yang terlihat jelas dari rapat di Dewan Keamanan (DK) PBB, Senin (17/3), dengan tidak dimunculkannya persoalan Tibet. Meski begitu, Ban mengaku dirinya terus menyimak situasi di sana dan telah bertemu dengan Duta Besar Tiongkok untuk PBB Wang Guangya.

Dubes Rusia untuk PBB Vitaly Churkin, yang menjabat Ketua DK PBB mengatakan, kekacauan di Tibet bukan kewenangan DK. Dia merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyebutkan bahwa Rusia menganggap Tibet sebagai bagian dari Tiongkok dan Dalai Lama merupakan urusan dalam negeri Tiongkok.

Para jurnalis asing meminta pada Pemerintah Tiongkok memberikan akses peliputan atas apa yang terjadi di Tibet. Lebih dari 20 jurnalis asing dipaksa meninggalkan Tibet sejak kekacauan, Jumat (14/3). Lembaga penyiaran di AS, Senin, mengatakan akan meningkatkan siaran radio ke Tibet. [AP/AFP/B-14]

Last modified: 18/3/08

There is No Responses to “ Beijing Tuding Dalai Lama ”


Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.